Masa Tunggu Haji Reguler di Tiap Daerah di Indonesia

Masa tunggu haji reguler di Indonesia dari tiap provinsi maupun kabupaten dan kotanya sudah diestimasi oleh pemerintah. Hasil estimasi tersebut menunjukkan waktu tunggunya berada di antara 11-47 tahun.
Waktu tunggu haji tersebut didasarkan dari wilayah tempat calon haji mendaftar. Ada 24 provinsi yang dihitung berdasarkan kuota provinsi. Sebaliknya, 128 kota/kabupaten menggunakan kuota kota/kabupaten.

Pada pelaksanaan haji 2022, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Ditjen PHU) Kemenag Nur Arifin menjelaskan alasan adanya kesenjangan waktu tunggu keberangkatan antarprovinsi di Indonesia. Ia mengatakan, hal itu disebabkan dari disparitas yang sangat tinggi antara satu provinsi dengan provinsi yang lain.
Artinya, semakin banyak pendaftar di suatu wilayah maka waktu tunggunya semakin lama. Arifin kemudian menyontohkan Sulawesi Selatan sebagai provinsi dengan masa tunggu terlama imbas dari pendaftar yang mengular.

\”Saat ini, kuota haji reguler itu (diberangkatkan) berdasarkan masing-masing provinsi. Risikonya, ketika di (suatu) provinsi banyak yang daftar, maka antreannya sangat lama,\” terangnya.

Sementara itu, berdasarkan estimasi Kemenag untuk saat ini, daerah dengan waktu tunggu paling singkat pada haji adalah Kabupaten Maluku Barat Daya dengan lama 11 tahun. Sedangkan waktu tunggu terlama adalah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan dengan lama 47 tahun.

Masa Tunggu Haji Reguler di Indonesia
Sejak bulan Mei 2023 lalu, ada sejumlah daerah yang mengalami penambahan satu tahun untuk masa tunggunya. Berikut ini daftar tunggu haji terbaru selengkapnya yang dilihat detikHikmah pada 14 Juli 2023 dari laman Kemenag.

Baca Juga : KEPUTUSAN MEMPERLUAS KUOTA HAJI MENYAMBUT ANTUSIASME LUAS

Masa Tunggu Haji Tiap Provinsi
Aceh: 34 tahun (kuota: 4.108 jemaah)
Sumatera Utara: 21 tahun (kuota: 7.817 jemaah)
Sumatera Barat: 24 tahun (kuota: 4.330 jemaah)
Riau: 26 tahun (kuota: 4.739 jemaah)
Jambi: 32 tahun (kuota: 2.733 jemaah)
Sumatera Selatan: 24 tahun (kuota: 6.589)
Lampung: 23 tahun (kuota: 6.619 jemaah)
DKI Jakarta: 28 tahun (kuota: 7.439 jemaah)
Jawa Tengah: 32 tahun (kuota: 28.494 jemaah)
D.I. Yogyakarta: 33 tahun (kuota: 2.592 jemaah)
Jawa Timur: 35 tahun (kuota: 33.035 jemaah)
Bali: 28 tahun (kuota: 655 jemaah)
Nusa Tenggara Barat: 36 tahun (kuota: 4.222 jemaah)
Nusa Tenggara Timur: 23 tahun (kuota: 629 jemaah)
Kalimantan Tengah: 27 tahun (kuota: 1.512 jemaah)
Kalimantan Selatan: 38 tahun (kuota: 3.583 jemaah)
Sulawesi Utara: 17 tahun (kuota: 669 jemaah)
Sulawesi Tengah: 23 tahun (kuota: 1.870 jemaah)
Sulawesi Tenggara: 27 tahun (kuota: 1.900 jemaah)
Papua: 25 tahun (kuota: 1.010 jemaah)
Masa Tunggu Haji Tiap Kabupaten/Kota
Bangka Belitung: 28 tahun (kuota: 999 jemaah)
Banten: 27 tahun (kuota: 8.884 jemaah)
Gorontalo: 17 tahun (kuota: 920 jemaah)
Kepulauan Riau: 23 tahun (kuota: 1.209 jemaah)
Kota Bengkulu: 34 tahun (kuota: 293 jemaah)
Kab. Bengkulu Utara: 21 tahun (kuota: 190 jemaah)
Kab. Bengkulu Selatan: 23 tahun (kuota: 121 jemaah)
Kab. Rejang Lebong: 23 tahun (kuota: 221 jemaah)
Kab. Mukomuko: 23 tahun (kuota: 167 jemaah)
Kab. Seluma: 18 tahun (kuota: 162 jemaah)
Kab. Kaur: 16 tahun (kuota: 101 jemaah)
Kab. Kepahiang: 23 tahun (kuota: 103 jemaah)
Kab. Lebong: 18 tahun (kuota: 88 jemaah)
Kab. Bengkulu Tengah: 21 tahun (kuota: 87 jemaah)
Kota Bandung: 24 tahun (kuota: 2.327 jemaah)
Kota Bogor: 23 tahun (kuota: 930 jemaah)
Kota Sukabumi: 20 tahun (kuota: 243 jemaah)
Kota Cirebon: 24 tahun (kuota: 313 jemaah)
Kab. Bogor: 24 tahun (kuota: 3.203 jemaah)
Kab. Sukabumi: 17 tahun (kuota: 1.536 jemaah)
Kab. Cianjur: 18 tahun (kuota: 1.306 jemaah)
Kab. Bekasi: 30 tahun (kuota: 2.086 jemaah)
Kab. Karawang: 22 tahun (kuota: 2.055 jemaah)
Kab. Subang: 18 tahun (kuota: 1.127 jemaah)
Kab. Purwakarta: 23 tahun (kuota: 716 jemaah)
Kab. Bandung: 22 tahun (kuota: 2.435 jemaah)
Kab. Sumedang: 18 tahun (kuota: 825 jemaah)
Kab. Garut: 19 tahun (kuota: 1.806 jemaah)
Kab. Tasikmalaya: 18 tahun (kuota: 1.400 jemaah)
Kab. Ciamis: 19 tahun (kuota: 1.049 jemaah)
Kab. Cirebon: 24 tahun (kuota: 2.278 jemaah)
Kab. Kuningan: 19 tahun (kuota: 941 jemaah)
Kab. Indramayu: 22 tahun (kuota: 1.700 jemaah)
Kab. Majalengka: 20 tahun (kuota: 1.103 jemaah)
Kota Bekasi: 25 tahun (kuota: 2.626 jemaah)
Kota Depok: 28 tahun (kuota: 1.614 jemaah)
Kota Tasikmalaya: 24 tahun (kuota: 618 jemaah)
Kota Cimahi: 25 tahun (kuota: 525 jemaah)
Kota Banjar: 18 tahun (kuota: 168 jemaah)
Kab. Bandung Barat: 21 tahun (kuota: 1.067 jemaah)
Kab. Pangandaran: 20 tahun (kuota: 364 jemaah)
Kota Pontianak: 24 tahun (kuota: 583 jemaah)
Kab. Sambas: 22 tahun (kuota: 298 jemaah)
Kab. Sanggau: 21 tahun (kuota: 103 jemaah)
Kab. Sintang: 19 tahun (kuota: 130 jemaah)
Kab. Mempawah: 19 tahun (kuota: 169 jemaah)
Kab. Kapuas Hulu: 24 tahun (kuota: 123 jemaah)
Kab. Ketapang: 22 tahun (kuota: 235 jemaah)
Kab. Landak: 14 tahun (kuota: 50 jemaah)
Kab. Bengkayang: 18 tahun (kuota: 59 jemaah)
Kota Singkawang: 26 tahun (kuota: 103 jemaah)
Kab. Melawi: 17 tahun (kuota: 96 jemaah)
Kab. Sekadau: 18 tahun (kuota: 57 jemaah)
Kab. Kayong Utara: 16 tahun (kuota: 70 jemaah)

Kab. Kubu Raya: 23 tahun (kuota: 290 jemaah)
Kota Balikpapan: 34 tahun (kuota: 507 jemaah)
Kota Samarinda: 36 tahun (kuota: 550 jemaah)
Kab. Kutai Kartanegara: 31 tahun (kuota: 492 jemaah)
Kab. Tanah Pasir: 33 tahun (kuota: 224 jemaah)
Kab. Berau: 34 tahun (kuota: 141 jemaah)
Kab. Kutai Barat: 22 tahun (kuota: 83 jemaah)
Kab. Kutai Timur: 34 tahun (kuota: 173 jemaah)
Kota Bontang: 43 tahun (kuota: 133 jemaah)
Kab. Penajam Paser Utara: 33 tahun (kuota: 115 jemaah)
Kab. Mahakam Ulu: 16 tahun (kuota: 6 jemaah)
Kota Makassar: 41 tahun (kuota: 1.076 jemaah)
Kota Pare-Pare: 43 tahun (kuota: 115 jemaah)
Kab. Pinrang: 44 tahun (kuota: 339 jemaah)
Kab. Gowa: 38 tahun (kuota: 570 jemaah)
Kab. Wajo: 42 tahun (kuota: 383 jemaah)
Kab. Bone: 38 tahun (kuota: 709 jemaah)
Kab. Tana Toraja: 25 tahun (kuota: 33 jemaah)
Kab. Maros: 38 tahun (kuota: 295 jemaah)
Kab. Luwu: 23 tahun (kuota: 258 jemaah)
Kab. Sinjai: 27 tahun (kuota: 221 jemaah)
Kab. Bulukumba: 35 tahun (kuota: 385 jemaah)
Kab. Bantaeng: 47 tahun (kuota: 174 jemaah)
Kab. Jeneponto: 40 tahun (kuota: 324 jemaah)
Kab. Selayar: 28 tahun (kuota: 108 jemaah)
Kab. Takalar: 35 tahun (kuota: 248 jemaah)
Kab. Barru: 29 tahun (kuota: 162 jemaah)
Kab. Sidrap: 46 tahun (kuota: 239 jemaah)
Kab. Pangkep: 34 tahun (kuota: 287 jemaah)
Kab. Sopeng: 38 tahun (kuota: 237 jemaah)
Kab. Enrekang: 24 tahun (kuota: 177 jemaah)
Kab. Luwu Utara: 27 tahun (kuota: 217 jemaah)
Kab. Palopo: 26 tahun (kuota: 102 jemaah)
Kab. Luwu Timur: 32 tahun (kuota: 148 jemaah)
Kab. Tana Toraja Utara: 29 tahun (kuota: 19 jemaah)
Kota Ambon: 15 tahun (kuota: 346 jemaah)
Kab. Maluku Tengah: 18 tahun (kuota: 127 jemaah)
Kab. Maluku Tenggara: 14 tahun (kuota: 66 jemaah)
Kab. Seram Bagian Barat: 14 tahun (kuota: 94 jemaah)
Kab. Seram Bagian Timur: 14 tahun (kuota: 94 jemaah)
Kab. Kepulauan Aru: 18 tahun (kuota: 43 jemaah)
Kab. Maluku Tenggara Barat: 14 tahun (kuota: 10 jemaah)
Kab. Buru: 17 tahun (kuota: 94 jemaah)
Kota Tual: 16 tahun (kuota: 100 jemaah)
Kab. Buru Selatan: 14 tahun (kuota: 43 jemaah)
Kab. Maluku Barat Daya: 11 tahun (kuota: 6 jemaah)
Kab. Halmahera Barat: 21 tahun (kuota: 62 jemaah)
Kab. Halmahera Tengah: 20 tahun (kuota: 62 jemaah)
Kota Ternate: 25 tahun (kuota: 260 jemaah)
Kab. Halmahera Utara: 21 tahun (kuota: 93 jemaah)
Kota Tidore Kepulauan: 23 tahun (kuota: 110 jemaah)
Kab. Halmahera Timur: 17 tahun (kuota: 59 jemaah)
Kab. Kepulauan Sula: 14 tahun (kuota: 107 jemaah)
Kab. Mamuju: 30 tahun (kuota: 247 jemaah)
Kab. Halmahera Selatan: 17 tahun (kuota: 186 jemaah)
Kab. Pulau Morotai: 24 tahun (kuota: 42 jemaah)
Kab. Pulau Taliabu: 23 tahun (kuota: 32 jemaah)
Kab. Pasangkayu: 29 tahun (kuota: 146 jemaah)
Kab. Polewali Mandar: 26 tahun (kuota: 479 jemaah)
Kab. Majene: 19 tahun (kuota: 238 jemaah)
Kab. Mamasa: 22 tahun (kuota: 101 jemaah)
Kab. Mamuju Tengah: 39 tahun (kuota: 152 jemaah)
Kab. Manokwari: 17 tahun (kuota: 167 jemaah)
Kab. Wondama: 12 tahun (kuota: 18 jemaah)
Kab. Teluk Bintuni: 18 tahun (kuota: 37 jemaah)
Kab. Fak-Fak: 17 tahun (kuota: 74 jemaah)
Kab. Kaimana: 19 tahun (kuota: 35 jemaah)
Kab. Sorong: 18 tahun (kuota: 73 jemaah)
Kab. Sorong Selatan: 20 tahun (kuota: 20 jemaah)
Kab. Raja Ampat: 20 tahun (kuota: 21 jemaah)
Kota Sorong: 20 tahun (kuota: 227 jemaah)
Kab. Tambrauw: 15 tahun (kuota: 5 jemaah)
Kab. Maybrat: 12 tahun (kuota: 2 jemaah)
Kab. Bulungan: 26 tahun (kuota: 84 jemaah)
Kota Tarakan: 35 tahun (kuota: 139 jemaah)
Kab. Nunukan: 40 tahun (kuota: 107 jemaah)
Kab. Malinau: 17 tahun (kuota: 48 jemaah)
Tana Tidung: 26 tahun (kuota: 14 jemaah)

Data ini dikutip dari DetikHikmah \”Masa Tunggu Haji Reguler di Indonesia, Berapa Tahun?\” 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Konsultan Haji dan Umroh khazzanah Tours & Travel

Alamat kantor Bandung :

Jalan Mohammad Toha No.19A, Blkg No.31, Pungkur, Regol, Bandung City, West Java 40252  2,2 km

Latest Posts